Kamis, 20 Februari 2014

Buku Sketsa



"COPEEET! TOLONG ADA COPET!!!"

Aku memuntahkan seluruh suaraku di dalam busway. Tapi aneh, tak ada seorang pun yang bergerak mengejar subjek yang kuteriaki. Sebaliknya, mereka malah memandangku dengan pandangan 'ah orang ini gila'. Tanpa pikir panjang, aku melompat dari bus. Tapi sial, copet itu lenyap. Tubuhku gemetaran.

Salah apa aku ini sampai-sampai orang-orang tadi tidak mau membantuku. Asal mereka tahu saja, buku sketsa itu sangat berharga bagiku. Ada banyak kenangan di dalamnya. Tapi kini buku itu telah dicuri!

Frans, kekasihku. Namanya bahkan hanya mampu tergores separuh karena kejahilannya menutupi buku dengan tangannya ketika aku hendak memberi judul untuk mengkatagorikan sketsa tentangnya yang telah berhasil kuselesaikan. Tapi sekarang semuanya lenyap. Tubuhku terhuyun ke tanah. Fransku telah hilang. 

***
Namaku Frans. Dan perempuan yang kucopet tadi adalah Arina, mantan pacarku. Aku meninggal tiga bulan lalu. Kini aku mengambil buku sketsa ini, agar tak ada lagi yang ia tangisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar